Friday, December 27, 2002

Abis nonton AIT



Kemaren gue nonton AIT ( Andai Ia Tahu) di BSM. Satu kesalahan gue adalah nonton film itu SETELAH gue baca resensi AIT di Kompas . Gue jadi kebawa nyari-nyari kekurangan film itu seperti yang ditulis di resensinya...but overall the movie sokay - cukup menghibur kok...skala satu ampe lima, gue kasih tiga deh :p Kalo kata Lacsar , film bergenre komedi romantis ini tuh perpaduan film You've got mail, Serendipity, If only you knew, Sleepless in Seattle plus Joe's Apartement dipadu sedikit bumbu Warkop [baca : Slapstick]. Kalo dari segi cerita sih, ya standar komedi romantis deh - gadis & pemuda bertemu, saling jatuh cinta, terpisah (sebenernya kesempatan ketemu banyak banget), saling mencari - trus klimaksnya di ending - you knowlah, standar film ;)

Komentar gue untuk pemain-pemainnya - not bad, walo masih banyak kekakuan disana-sini. Yang bikin gue rada surprais, Alex Abadd yang pada awalnya gue anggap sebagai 'perusak' di film ini (I don't like him as an MTV VJ soalnyah), justru berakting pas banget...gue gak bilang die bermain bagus banget - tapi PAS banget. Bisa dibilang peran dia di film itu sebagai 'penyegar' (kalo gak mau dibilang pelawak) sukses berat. Sementa Harry Pantja yang jadi paranormal juga bikin meriah suasana...Rachel Maryam yang jadi tokoh utama film ini juga enggak mengecewakan (walo ada yang bilang 'aktingnya meg ryan banget') - bikin gemes yang nonton, hehehe...Gak heran sih, jam terbang doi udah cukup tinggi, salah satunya main di film Eliana Eliana yang disutradarai Riri Riza. Marcel gimana??? Yah, bisa dibilang lumayan deh buat pendatang baru. Cuma sebel aja liat wignya ... kayaknya bikin dia gak bebas bergerak gitu.

Lagu gue udah kayak kritikus pelem banget ye? Hehehe...

O iya, satu yang bikin gue bete pas nonton film ini, pas dibelakang gue ada segerombolan 'bayi' yang sepanjang film enggak bisa diem. Adaaaa aja yang dikomentarin...udah gitu komentarnya kenceng-kenceng lagih! Kagak bisa bisik-bisik apeeeee *sewot* Yang tambah parah, mereka gak matiin hp. Mending kalo hp bunyi trus buru2 dimatiin. Ini malah dijawab dan ngobrol di hp dengan volume ngobrol biasa. Malah kalo pas suara filmnya rada kenceng, si 'bayi' ini ikut-ikutan ngencengin suaranya...dasar bueghoooooo!!!! Udah di-ssssst ama orang2 kiri kanan depan belakang, teteup ajah kayak begitu. Yang ngangkat hp itu gak cuma sekali lho, dua apa tiga kali gitu...gila gak??? Kalo ga ditahan-tahan kali sendal udah gue lempar ke tempat duduk mereka...huh!!!

1 comment:

wow power leveling said...

If I were gold für wow a boy again,world of warcraft gold I would practice perseverance wow gold cheap more often,maple meso and never give up a thing because it was or inconvenient. If we want light,Maple Story Account we must conquer darkness. Perseverance can sometimes equal genius in its results.wow gold kaufen “There are only two creatures,”cheap maplestory mesos syas a proverb, “who can surmount the pyramids—the eagle and the snail.” If I were a boy again,wow geld I would school myself into a habit of attention;maple mesos I would let nothing come between me and the subject in hand.maple story power leveling I would remember that a good skater never tries to skate in two directions at once.billig wow gold The habit of attention becomes part of our life, if we begain early enough. I often hear grown up people say maple story items“ I could not fix my attention on the sermon or book, although I wished to do so” , wow powerlevelingand the reason is, the habit was not formed in youth. If I were to live my life over again,wow leveling I would pay more attention to the cultivation of the memory. I would strengthen that faculty by every possible means,wow power leveling and on every possible occasion.maplestory powerleveling It takes a little hard work at first